Tetap Nekat, Pemudik di Maros Disuruh Putar Balik

  • Whatsapp
petugas gabungan di pos penyekat kabupaten maros memeriksa kendaraan

MAROS, SULSEL.SULAWESION – Larangan mudik telah diberlakukan. Begitu juga pihak aparat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sudah ada sejumlah warga Maros yang hendak mudik digagalkan.

Dari data yang kami peroleh di hari pertama sedikitnya 4 kendaraan yang melintas di pos penyekatan Maros – Pangkep di arahkan putar balik oleh petugas pos penyekatan Kamis (6/5/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas polres Maros AKP Mariana saat di konfirmasi membenarkan hal tersebut, sebanyak 4 kendaraan kami cegat dan diarahkan untuk putar balik.

BACA JUGA: Dilarang Mudik Lokal: Makassar- Sungguminasa -Takalar – Maros

“Ke empat Kendaraan tersebut merupakan kendaraan Travel Gelap atau yang kita kenal dengan istilah ompreng, memuat sejumlah penumpang keluar kota diantaranya Sidrap, Palopo, dan Polman. Para penumpang kendaraan tidak dapat menunjukkan surat resmi yang telah ditetapkan satgas covid sesuai Surat Edaran selama pelarangan mudik berlaku,” kata Mariana.

Sebanyak 2 pos penyekatan telah didirikan oleh polres Maros di perbatasan kabupaten diantaranya Batas Maros-Pangkep, dan Batas Maros-Bone.

”Jadi jangan berpikir untuk mudik selagi pelarangan masih berlaku.kami akan cegat di perbatasan,” ujar kasat lantas Jumat (7/5/2021).

BACA JUGA: Dilarang Salat Ied di Karebosi Makassar, Dialihkan di Jalan Besar

Sementara Kapolres Maros AKBP Musa Tompubolon mengatakan,  pihak Polres Maros dan gabungan pengamanan Kabupaten Maros sudah menggelar berbagai pos penyekatan di beberapa wilayah untuk mencegah kendaraan yang ingin ke luar kota sampai pada jalur tikus.

Masyarakat diingatkan untuk mematuhi larangan tersebut dan tidak memaksakan diri pulang ke kampung halaman, warga yang masih nekat mudik akan diminta berputar balik.

“Pihak kepolisian yang berjaga berhak memerintahkan masyarakat berputar balik. Maka dari itu saya minta agar masyarakat jangan memaksakan diri untuk mencoba mudik, imbuhnya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Brigade Hizbullah Sulsel Soroti Ketua PDIP Takalar

Mereka yang boleh melintas selama periode larangan mudik hanyalah kendaraan yang sedang berdinas, pelayanan distribusi logistik, atau yang memiliki keperluan mendesak untuk kepentingan non-mudik, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka dan kepentingan persalinan.

“Untuk menempuh perjalanan lintas daerah selama masa larangan mudik pun mereka harus membawa sejumlah dokumen persyaratan, seperti surat hasil negatif tes Covid-19 dan surat izin pelaku perjalanan,” tutur Musa. (SPD)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *