Sepekan Usai Vaksin Corona, Warga Sulsel Meninggal

  • Whatsapp

MAKASSAR, SULAWESION – Seorang warga Sulawesi Selatan (Sulsel) tepatnya di Kabupaten Takalar, Sulaiman Daeng Tika (50)  mengalami gejala demam sehari setelah divaksin Covid-19. Bahkan sepekan setelah itu Sulaiman meninggal.

Kabar tersebut langsung tersiar, bahkan jadi perhatian Satgas Nasional Covid-19.  Maklum, jarang terjadi kasus kematian pasca divaksin di Indonesia.  Dinkes Pemprov Sulsel langsung turun investigasi agar segera diketahui hasilnya.

Bacaan Lainnya

Kabid  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR dikutip bisnis.com  mengatakan dengan kejadian itu, tim Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang merupakan tim independen telah turun, guna mengumpulkan seluruh laporan dan bukti pendukung lainnya, apa musabab, warga tersebut sampai meninggal dunia.

BACA JUGA: Gubernur Sulsel Wajibkan Penceramah, Ustad, Imam Masjid, Marbot Divaksin

BACA JUGA: Masyarakat Diperbolehkan Ziarah Kuburan Covid-19 di Macanda

BACA JUGA: Guru di Makassar Divaksin Massal, Presiden Minta Uji Coba Belajar Tatap Muka

“Kita tunggu saja laporan resminya dari hasil investigasi tim Tim Komda KIPI, dan Komnas KIPI, karena tim ini independen yang mengaudit kasus-kasus tersebut,” tutur Nurul.

Saat ditanyakan jenis vaksin apa yang disuntikkan kepadanya, kata dia, vaksin jenis Sinovac. Sebab, jenis vaksin ini digunakan pada semua vaksinasi massal di berbagai titik di Sulsel.  Mengenai dengan tanggal kadaluarsa pada vaksin itu, ia menegaskan, masa batas berlakunya masih lama.

Satgas Covid-19 ikut angkat bicara meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan terkait hal tersebut.

Juru bicara  Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan,  selama ini tidak pernah ada kendala terkait vaksinasi Sinovac yang dilakukan di Indonesia. Karena itu, dia meminta semua pihak menunggu investigasi yang sedang dilakukan dinas kesehatan Sulsel.

Sebelumnya, Sulaiman Daeng Tika berusia 50 tahun diketahui bekerja sebagai pegawai kontrak di lingkup PLN dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 22 Maret 2021, pada salah satu rumah sakit di Makassar, setelah dirujuk dari Puskesmas Takalar.

Warga Putra almarhum, Mahmud saat dikonfirmasi mengatakan dua hari usai disuntik, tepatnya Rabu (17/3), ayahnya merasakan demam hingga mengeluh ngilu seluruh badan, hingga merasakan agak sesak nafas. Bahkan pada Jumat, 19 Maret 2021, karena demam belum sembuh lalu meminta izin di kantornya untuk istirahat.

“Demamnya kadang naik dan kadang turun. Selama ini di rumah terus. Karena bapak tidak tahan, lalu kemarin pagi (Senin, 22 Maret) pergi berendam di pinggir pantai, supaya bisa turun panasnya, tapi malah tambah lemas, lalu kami bawa ke puskesmas, terus dirujuk ke rumah sakit di Makassar,” tuturnya.

Saat ditanya, apakah selama ini almarhum punya penyakit bawaan, kata Mahmud, tidak ada selama ini, tapi belum diketahui pasti karena tidak pernah mengeluh sakit. Setelah di vaksin baru terlihat sakit.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *