Prof. Dr. Alwi shihab: Perbanyak Berdoa dan  Islam Itu Mempermudah

  • Whatsapp

Sabtu Malam, 1 Mei 2021, Prof. Dr. Alwi Shihab mendapat kesempatan mengisi kuliah Ramadan BPP KKSS melalui Zoom dan YouTube, pesertanya tergolong banyak, bertema “memperbanyak berdoa di bulan suci Ramadan dan Islam itu mempermudah” urusan manusia dan dalam berhubungan dengan Tuhannya.

Saya merasa bergembira karena bisa kembali berjumpa dengan anda semuanya. Saya ingin menyampaikan beberapa materi atau pesan-pesan keagamaan, yang sudah berulang, sering kita dengar atau baca. Berulang, tidak berarti tidak bermanfaat karena al-Qur’an sendiri disebut sebagai “az-zikra” atau peringatan yang berulang atau mengingatkan. Tujuan saya adalah memperingatkan diri saya sendiri dan anda semuanya, kata Alwi Shihab ketika memulai kuliah Ramadannya.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya Alwi Shihab mengupas tentang peranan, fungsi,  waktu terbaik, dan abad berdoa yang baik. Ayat-ayat yang dikutip oleh Pak Alwi, langsung diterjemahkan dan dijelaskan maksudnya, misalnya, dalam Surah al-Baqarah, ayat 186, Allah berkata, artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Saya ini mengamalkan tata cara atau adab berdoa, misalnya di ujung shalat, sujud terakhir, saya berdoa panjang. Itu termasuk salah satu waktu berdoa yang baik. Jika pun harus memakai bahasa Bugis misalnya, itu tidak mengapa, yakinilah Tuhan mengerti dan akan mengambulkan doa kita, dan jangan pernah berburuk sangka pada Tuhan, misalnya doa saya tidak diterima, lanjut Alwi.

BACA JUGA: Kuliah Ramadhan: Potensi Filantropi KKSS

Alwi juga menjelaskan fenomena jumlah umat Islam di Barat, misalnya di Amerika. “Ada fenomena, jumlah umat Islam terus bertambah pesat tapi pada saat yang sama, sebagian orang justru meninggalkan agama Islam karena merasa takut melihat sikap, praktik, dan akhlak sebagian orang Islam yang membolehkan kekerasan, makian, dan bahkan pembunuhan. Fenomena yang saya juga terjadi di Mesir, anak-anak muda mulai menjauhi Islam karena melihat praktik permusuhan yang tiada henti, dan bahkan orang-orang Islam begitu mudahnya saling menyalahkan dan mengkafirkan sesamanya. Semoga fenomena seperti ini tidak masuk ke negara kita,” terang Alwi.

Terakhir, Alwi kembali mengulang beberapa kisah yang pernah dialami oleh Rasulullah Muhammad Saw, ketika ada sahabat atau orang yang menghadap dan berkonsultasi kepadanya. “Permudah dan jangan persulit”, pesan Nabi. Islam ini datang kan untuk mempermudah urusan umat Islam dan menuntun jalan yang benar untuk berhubungan atau mengabdi kepada Allah Swt. Bukan sebaliknya, mempersulit dan memberatkan manusia, pungkas Alwi.

Sebelum diakhiri, Alwi menjawab beberapa pertanyaan dari peserta Zoom. Terjadi dialog interaktif, dan beberapa peserta memuji isi materi dan berterima kasih atas kesediaan Pak Alwi mengisi kuliah Ramadan di KKSS, termasuk Ketua Umum BPP KKSS, Muchlis Patahna, diberikan kesempatan khusus mengucapkan terima kasih kepada Pak Alwi Shihab.

Sebelum kuliah dimulai, Prof. Dr. Awaluddin Tjalla memberi pengantar, membaca biodata Pak Alwi Shihab, dan menyapa peserta dari berbagai provinsi dan beberapa negara seperti dari New York; Hartford, Connecticut; Munich, Jerman; dan Mesir, dan mempercayakan M. Saleh Mude sebagai moderator.

M. Saleh Mude, Aktivis KKSS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *