Polisi Selidiki Keributan Pengantar Jenazah Vs Pengendara Motor di Makassar

  • Whatsapp
viral keributan pengantar jenazah dan pengendara di makassar

MAKASSAR, SULSEL –   Rombongan iringan jenazah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), emosional saat tersenggol oleh pengendara. Imbasnya, pengiring jenazah dan pengendara terlibat keributan.

Dalam rekaman video disejumlah media sosial keributan tersebut melibatkan banyak orang yang membuat pengendara lain panik.

Bacaan Lainnya

Belakangan diketahui kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis, 13 Mei 2021, sekitar pukul 23.00 Wita di depan Toko bahan bangunan Rimba Jaya, Jalan Perintis kemerdekaan Tamalanrea Makassar.

BACA JUGA: Booking PSK di Michat, 5 Pasangan Mesum Diamankan Polsek Manggala

Kapolsek Tamalanrea AKP Muhammadi Muhtari, SH, S.IK, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian.

“Saat kejadian, rombongan pengantar jenazah terlibat kesalahpahaman dengan salah seorang pengendara sepeda motor yg juga melintas di TKP,” ucap Kapolsek Tamalanrea.

BACA JUGA: Cintanya Ditolak, Pria di Sulsel Rampok Mantan Pacar

Usai kejadian tersebut, kedua pihak baik rombongan pengantar jenazah dan pengendara motor melanjutkan perjalanannya.

Kapolsek Tamalanrea mengatakan, hingga saat ini, pihak kami belum menerima laporan lebih lanjut dari warga masyarakat yang merasa keberatan atas insiden keributan tersebut, belum ada laporan dari korban ke Polsek Tamalanrea terkait peristiwa itu.

“Kami tetap menghimbau kepada warga yang mengantar jenazah agar tetap menjaga ketertiban berlalu lintas, tetap menghargai pengguna jalan yang lain,” ujar Muhtari.

“Pihak Kepolisian siap melayani masyarakat yang ingin minta bantuan pengawalan, yang tentunya sesuai prosedur pelaporan ke pihak Kepolisian,” kuncinya.

Dikutip detik.com, Sosiolog dari Universitas Nasional, Sigit Rohadi, menjelaskan mengantarkan jenazah sampai ke liang kubur merupakan tradisi yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Bahkan penghormatan duka bisa berlangsung lebih lama jika yang meninggal adalah orang terhormat.

“Jadi memang mengantarkan jenazah sampai ke liang kubur itu salah satu tradisi di masyarakat. Zaman dulu, kalau orang itu terhormat, dukacitanya sampai tiga hari. Kalau di desa mengantarkan jenazahnya jalan kaki, kalau di kota naik kendaraan. Tapi tetap sebagai penghormatan,” kata Sigit Rohadi saat dihubungi, Jumat (14/5/2021).

Dia menilai pengendara yang menyenggol pengiring jenazah tersebut mengganggu ritual. Karena itu, menurutnya, pengiring jenazah menjadi emosional.

“Orang yang nyenggol kendaraan, yang nyenggol pengiring jenazah itu dianggap mengganggu ritual. Jadi mengganggu ritual sehingga kesucian dan proses kesakralan itu ternoda oleh orang menyenggol. Maka yang muncul adalah emosi,” tuturnya.

Dia menjelaskan pengiring jenazah juga merapal doa saat mengantarkan jenazah. Karena itu, hal ini yang membuat kondisi tersebut menjadi sensitif.

“Pengiring jenazah itu bukan hanya mengiring, tapi merapal doa-doa tertentu. Maka seharusnya pengiring jenazah itu memperoleh prioritas. Ini sensitif,” ujarnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *