KRI Nanggala 402 Ditemukan di Kawah Dasar Laut

  • Whatsapp
kawah raksasa kuburan kri nanggala 402 | ist

JAKARTA – Proses investigasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 makin bikin penasaran. Hasil informasi terkini, ternyata bagian dari kapal selam naas itu tergeletak dekat dengan sebuah kawah di dasar laut pada kedalaman 838 meter.

Pasukan militer China yang dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402 menemukan kawah dengan kedalaman 10-15 meter di dekat lokasi kapal yang tenggelam.

Bacaan Lainnya

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto memperkirakan bahwa kawah tersebut merupakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull).

“Lokasi badan tekan secara pasti belum bisa digambarkan. Kami hanya memperkirakan saja saat ini, mungkin khususnya ada di kawah tersebut,” kata Iwan dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (20/5).

Selain itu, tiga bagian kapal lain yakni anjungan (bow section), haluan (sail section), serta buritan (stern section) sudah ditemukan tak jauh dari kawah tersebut.

Dia menjelaskan penemuan kawah tersebut tergambar melalui survei bawah laut oleh kapal milik China dengan jarak ukur pada lebar 2,5 kilometer dan 3,7 Km.

Beberapa kapal China yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi ialah: PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo 195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao 863, serta kapal Penelitian Tan Suo 2 akademi ilmu pengetahuan China.

BACA JUGA: Duka Mendalam Keluarga Kopda Kharisma, Korban KRI Nanggala 402 Asal Sulsel

BACA JUGA: Pemerintah Jamin Pendidikan Anak Prajurit KRI Nanggala Hingga S1

Dalam penggambaran yang dijabarkan disebutkan bahwa kawah tersebut berdiameter kurang lebih 38 meter dengan kedalaman 10-15 meter. Namun demikian, hingga saat ini isi kawah tersebut masih misterius.

“Sampai sekarang belum tahu apa yang sebenarnya di sana. Dive Operation kelima, tetap fokus pada area di dalam kawah,” katanya.

Iwan menerangkan, area pencarian pun tengah diperluas menggunakan teknologi side scan sonar. Dia menerangkan, kontur dalam laut tempat kapal tenggelam merupakan lumpur.

“Sehingga mengapa, bagian-bagian dari section tadi ada bagian-bagian yang tertimbun oleh lumpur yang ada,” jelas Iwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *