Dilarang Tidur di Dalam Masjid, Pelaku Nekat Bakar Mimbar Masjid Raya Makassar

  • Whatsapp

MAKASSAR, SULAWESION.COM – Polisi bergerak cepat menangkap dan mengungkap  pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Makassar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi juga mengungkap motif pelaku lelaki KB (22) nekat melakukan pembakaran.

Hal ini dibeberkan Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urif Laksana dalam konfrensi pers di aula Mappaodang, Polrestabes Makassar. Kapolrestabes turut didampingi  Ustadz Das’ad Latif serta Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rachman, SIK.

Bacaan Lainnya

Witnu mengungkapkan kronologis terjadinya pembakaran terhadap objek mimbar Masjid Raya Makassar, berawal dari informasi yang kami terima bahwa pada hari Sabtu siang sekitar puku 01.30 dini hari Wita telah terjadi pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal (OTK).

Kemudian dari laporan yang diterima, langkah kami selanjutnya mendatangi TKP, lakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi- saksi.

“Dari hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan terhadap beberapa saksi antara lain penjaga Masjid, security dan yang paling penting adalah tangkapan CCTV yang berada di lokasi masjid raya,” ujar Witnu.

Dari keterangan saksi maupun tangkapan CCTV ini berhasil kita identifikasi diduga pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar ini.

Kemudian setelah memeriksa saksi – saksi kami membagi 2 tim satu tim melaksanakan olah tkp untuk membantu tim labfor Polda Sulsel karena di temukan sisa kebakaran ada botol diduga minyak tanah dan satu tim bergerak yang di back up oleh Resmob Polda Sulsel.

Selanjutnya, pada pukul 14.00 wita polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada disekita Jalan Tinumbu kemudian tim bergerak kesana dan berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial lelaki KB (22) warga Kecamatan Bontoala.

Adapun motif yang dilakukan pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Makassar karena sakit hati.

“Sakit hati kepada pengurus masjid dimana setiap pelaku KB ini datang di masjid untuk beristirahat dan tidur selalu di larang oleh pengurus masjid dan pihak security. Ini motif awal yang kami dapat dari perbuatan pelaku,” terangnya.

Kemudian dijelaskan Witnu, pihaknya melakukan pengembangan terhadap perilaku aktifitas pelaku. Dari dugaan awal pelaku sudah lama mengkonsumsi zat zat berbahaya seperti yang di atur dalam UU Narkoba dan psikotropika.

“Ini juga kita akan lakukan pengembangan kerterkaitan pelaku dengan pengedar pengedar narkoba,” katanya.

Sedangkan barang bukti yang kami amankan antara lain sajadah yang separuhnya sudah terbakar, potongan –potorngan dari mimbar yang ada didalam masjid raya dan kitab suci Alquran yang juga ikut terbakar karena letaknya di sekitar mimbar.

Atas perbuatannya pelaku akan di jerat Pasal 187 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (SPD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *