Tiga Tersangka Baru Kasus Kematian Peserta Diksar Mapala STAIN Bone

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan

BONE, SULAWESION – Kematian Irsan (19) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bone, Sulsel terus didalami oleh Polres Bone. Terbaru, polisi kembali menetapkan tiga tersangka baru setelah sebelumnya 16 orang dinyatakan tersangka.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan saat memberikan keterangan menyebut ketiga tersangka baru tersebut adalah Li, Nu dan Zu, ketiganya ditetapkan tersangka usai gelar perkara yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf di ruang gelar Sat Reskrim Polres Bone, Kamis (18/03).

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bone juga telah menetapkan 16 Mahasiswa STAIN Bone sebagai tersangka dalam kasus tersebut, atas nama SY, FA, SA, TA, AR, SU, AS, AZ, FI, SA, RA, KA, SA, NA, HA dan YU.

“Hasilnya dengan ketiga tersangka baru ini, sehingga total yang ditetapkan tersangka sebanyak 19 orang, mereka masih diperiksa secara intensif. Keterlibatan mereka akan terus digali,” ujar Kabid Humas, Jumat (19/03/2021).

BACA JUGA: Anggota TNI Wanita ini Resmi Jadi Pria

BACA JUGA: Jokowi Berharap Kolam Nipa-nipa Kurangi Banjir Makassar, Maros dan Gowa

BACA JUGA: 14 Tersangka Kasus Pembongkaran Kubur Jenazah Corona di Parepare

Kabid Humas juga menjelaskan sebelumnya dilakukan penangkapan para tersangka oleh gabungan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bone bersama Tim Opsnal Sat Intelkam Polres Bone dibeberapa tempat berbeda di wilayah Hukum Polres Bone.

Dikatakannya, para tersangka terkait dugaan tindak pidana barang siapa yang dimuka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan jika ia sengaja yang dilakukannya itu menyebakan luka, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 Ayat 1 dan 2 Ke 1e KUHPidana.

Seperti diketahui, Irsan meninggal setelah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar)  Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Mappesompae di Dusun Coppo Bulu, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabuapten Bone, Sulawesi Selatan pada Jumat (5/3/2021) lalu.

Kejadian itu terungkap setelah Irsan pulang dalam kondisi lemas setelah sepekan lamanya mengukuti pendiksaran demi bisa masuk ke dalam organisasi pecinta alam di kampusnya tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah luka ditemukan di beberapa bagian tubuh iksan.

“Dia pulang tanggal 13 Maret 2021 malam dalam kondisi memar dan lebam. Bengkak badannya. Kuku ibu jari kakinya juga terkelupas,” kata saudara kandung Irsan, Irmawati, Jumat (19/3/2021).

Irmawati menjelaskan bahwa sepulangnya dari kegiatan diksar pada Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 00.00 Wita, Irsan hanya bisa terbaring lemah. Belakangan Irsan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat pada Senin (14/3/2021) pagi hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 11.00 Wita.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, luka yang dialami Irsan diduga karena tindak kekerasan. Ditambah, Irsan kekurangan cairan,” ucap dia.

Tak terima atas apa yang menimpa Irsan, pihak keluarga kemudian melapor ke Polres Bone. Pihak keluarga berharap agar kasus kematian Irsan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *