Satu Orang Pendaki Dilaporkan Jatuh ke Jurang di Gunung Lompobattang Sulsel

  • Whatsapp
Gunung Lompobattang (f: Istimewa)

MAKASSAR, SULSEL – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi terhadap salah seorang pendaki bernama Fahrul yang dikabarkan terjatuh di patahan jurang Pasar Sanjaya, Pos 11 Gunung Lompobattang, yang berbatasan Kabupaten Gowa dan Bantaeng, Sulsel.

“Saat ini tim SAR gabungan masih berusaha mencapai lokasi terjatuhnya korban tersebut, ” kata Kepala Basarnas Sulsel, Djunaid di Makassar, Sabtu.

Berdasarkan laporan yang masuk ke posko SAR Bantaeng, terdapat enam orang pendaki dari komunitas Group Ultra Light, yang mengalami masalah di Gunung Lompobattang pada Jumat (12/3) dini hari.

Dari enam pendaki itu, satu orang di antaranya bernama Fahrul (36) dilaporkan terjatuh di patahan jurang gunung setempat.

Sedangkan lima orang rekannya masing-masing Samsir (29), serta Aco (28) diketahui warga Maros, selanjutnya Muhammad Iqbal (23), Andre Kalangi (23) warga Gowa dan Faisal Basri (25) merupakan warga Takalar, dikabarkan selamat.

Keenam korban tersebut memulai pendakian sejak Rabu, (10/3), melalui jalur Bulu Baria, namun dalam perjalanan mengalami masalah, satu diantaranya terjatuh ke jurang di Gunung Lompobattang.

“Informasinya Jumat dini hari kami diterima. Dari perkembangan laporan anggota potensi SAR, satu dari enam pendaki mengalami kecelakaan, terjatuh di jurang dan cedera alat gerak atas dan bawah,” kata Djunaidi.

Sementara untuk perkembangan saat ini, lanjut dia, tim penyelamat melaporkan kondisi di lokasi Gunung Lompobattang sedang hujan sehingga sedikit menyulitkan tim SAR untuk melaksanakan evakuasi kepada seluruh korban yang masih berada di tempat kejadian.

“Kondisi di gunung masih hujan, tim SAR hingga kini masih dalam perjalanan menuju ke lokasi terjatuhnya korban, yaitu di bawah Pos 11. Tadi sekitar pukul 14.00 WITA dilaporkan tim sudah berada di Pos 7, kurang lebih delapan jam lagi tiba di lokasi,” katanya.

Untuk perkembangannya, tim yang berada di posko sudah mendapatkan laporan dari pendaki yang sempat bertemu dengan korban. Namun tidak bisa dilakukan pertolongan karena kondisi medan yang curam.

“Kami tadi mendapatkan laporan bahwa korban terjatuh di medan yang curam dan dalam, sehingga harus menggunakan peralatan mounteneering (alat panjat),” demikian Djunaid.

(liputan6)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *