Plt Gubernur Sulsel: Mariki Nganre Ce’la Jeneponto

  • Whatsapp

MAKASSAR – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendorong semua pihak untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto sebagai kearifan lokal untuk dicintai.

“Saya mengajak kita semua untuk mengoptimalkan penggunaan garam Jeneponto. Garam Jeneponto kearifan lokal untuk dicintai,” tegasnya, disiarkan laman Pemprov Sulsel.

Bacaan Lainnya

Ia Juga berharap Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel untuk mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto.

“Saya berharap seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel untuk mendukung penggunaan garam olahan Jeneponto. Biarkan garam-garam Jeneponto masuk ke dapur-dapur rumah kita, restoran serta UMKM,” pungkasnya.

BACA JUGA: Pemerintah Akan Perketat dan Perluas PPKM Mikro

BACA JUGA: Pemerintah Larang Mudik Tahun 2021

BACA JUGA: Sepekan Usai Vaksin Corona, Warga Sulsel Meninggal

Plt Gubernur sulsel menyebutkan Garam di Jeneponto adalah salah satu produksi lokal dari Sulawesi Selatan yang perlu kita kembangkan.  “Mariki nganre ce’la (ayo konsumsi garam) Jeneponto,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Andalan ini pun bernostalgia dengan penjual garam yang biasa keliling.

“Eeeee ce’la (garam). Gaung suara teriakan penjual garam yang biasa lewat di depan rumah di masa kecil dulu, menjadi satu hal yang dirindukan,” tutupnya.

Diketahui, Daerah di selatan Sulsel itu terkenal sebagai salah satu sentra petani garam tradisional di Indonesia. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015, Jeneponto menduduki peringkat 14 sebagai daerah produsen garam terbesar di nusantara.

Pembuatan garam di Jeneponto terpusat pada empat kecamatan yaitu, Kecamatan Bangkala, Bangkala Barat, Arungkeke, dan Tamalatea. Apalagi, proses produksi garam di Jeneponto masih terbilang tradisional, dengan hanya mengandalkan bantuan sinar matahari. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *