Masyarakat Diperbolehkan Ziarah Kuburan Covid-19 di Macanda

  • Whatsapp
makam khusus corona Macanda Gowa

MAKASSAR, SULAWESION.COM – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan dikeluarkannya surat edaran (SE) Tentang Pembukaan Ziarah Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid 19 di Macanda, Kabupaten Gowa berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Penanganan Covid 19  dengan tetap mengikuti sejumlah poin penting.

Diketahui Surat Edaran pembukaan ziarah TPK pertanggal 12 Maret 2021 tersebut, ditandatangani langsung Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Sulawesi Selatan yang juga Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Bacaan Lainnya

Ada sejumlah poin yang menjadi syarat untuk memperbolehkan para peziarah mengunjungi makam di TPK Covid Macanda.

Beberapa poin tersebut, kata Andi Sudirman, dikeluarkan berdasarkan pertimbangan bersama Tim Ahli Satgas Penanganam Covid 19 Provinsi Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Jokowi Berharap Kolam Nipa-nipa Kurangi Banjir Makassar, Maros dan Gowa

BACA JUGA: Sejarah Bola Soba, Rumah Adat Kerajaan Bone yang Hangus Terbakar
BACA JUGA: Guru di Makassar Divaksin Massal, Presiden Minta Uji Coba Belajar Tatap Muka

“Ketujuh poin tersebut, yakni para calon peziarah mendaftar secara daring dan diperbolehkan datang setelah mendapat konfirmasi dari tim satgas penanganan covid. Untuk waktu kunjungan bagi para peziarah juga diatur jadwalnya,” jelasnya.

Ia menyebutkan Jadwal ziarah, diperbolehkan setiap hari pada jam 09.30 sampai 11.30, kemudian pada pukul 15.30 sampai pukul 17.30 dan jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk sebanyak 5 orang.

“Lama sesi ziarah untuk satu rombongan keluarga 30 menit dan dalam satu kali sesi ziarah diperbolehkan masuk maksimal dua rombongan. Para peziarah diwajibkan untuk dapat menjaga kebersihan dan ketertiban di area pemakaman. Setiap keluarga peziarah akan didampingi pihak pengamanan, baik itu dari Satpol PP, TNI, Kepolisian dan juga dari petugas TPK Macanda,” ungkapnya.

Andi Sudirman Sudirman menegaskan keluarga peziarah wajib mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan, yakni dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

“Para peziarah tidak diwajibkan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) selama dalam area pemakaman, yang terpenting dan wajib dijalankan tentu protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” tegasnya.

Ia menambahkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat diharapakan dapat menghindari resiko penularan covid-19.

“Tentu pelaksanaan ziarah ke TPK Covid 19 Macanda diatur mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari resiko penularan covid bagi para peziarah,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *