Kabupaten Maros Buka Sekolah Tatap Muka

  • Whatsapp
salah satu aktivitas sekolah di maros saat tatap muka | FB

MAROS, SULAWESION.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali membuka sejumlah sekolah untuk pelaksanaan pertemuan tata muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi COVID-19, sesuai ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Pembelajaran tata muka kita laksanakan secara bertahap bagi seluruh sekolah mulai tingkatan TK, SD hingga SMP,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Maros, H Takdir saat di konfirmasi wartawan, Rabu dikutip antaranews.com.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, jumlah keseluruhan sekolah yang ada di Kabupaten Maros sebanyak 451 unit sekolah. Setiap sekolah yang melaksanakan pertemuan tata muka harus memenuhi persyaratan mulai kesiapan sarana dan prasarana.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti menyediakan tempat cuci tangan, wajib masker dan jaga jarak termasuk bagi guru wajib memiliki sertifikat vaksin COVID-19.

Namun demikian kata Takdir, dari jumlah sekolah yang dibuka, 87 diantaranya kembali ditutup, berada di Kecamatan Turikale dan Mandailing, karena jumlah kasus COVID-19 di wilayah itu naik. Sedangkan sisanya, 364 unit sekolah lainnya tetap dibuka.

“Aturannya, proses belajar mengajar dilaksanakan hanya 50 persen siswa, dengan skema bergantian selama tiga jam. Mulai pukul 7.30 WITA sampai 9.30 WITA. Dilanjutkan gelombang kedua 9.30. WITA sampai 12.30 WITA,” katanya menjelaskan.

Seorang siswa mengikuti proses belajar mengajar Pertemuan Tata Muka di SMA Negeri 3 Maros, PPKM level 3 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (18/8/2021).

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Maros, Drs Kencang, menuturkan, untuk tahapan tata muka dibatasi, dengan dibagi menjadi dua kelompok 35 sampai 50 persen dari jumlah 900 orang siswa. Sedangkan lainnya tidak mengikuti pertemuan tatap muka diwajibkan mengikuti pembelajaran secara daring.

“Pertemuan tatap muka ini wajib mengikuti protokol kesehatan, kami siapkan tempat cuci tangan sebelum masuk ke kelas, pakai masker dan tentunya jarak duduknya diatur setiap bangku siswa,” tuturnya.

Salah seorang siswa, Nurlela Nilabila menyambut gembira bisa masuk sekolah belajar secara tata muka, yang selama ini jenuh hanya mengikuti pelajaran secara daring.

Walaupun mengenakan baju biasa tanpa seragam, ia pun sangat senang bisa kembali masuk sekolah meski dibatasi waktu mengikuti pelajaran.

“Sangat senang sekali, bisa masuk belajar di sekolah, kita bosan belajar online terus. Mudah-mudahan pandemi COVID-19 segera berakhir,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *