Ada 4.122 Anggota Polisi di Sulsel Belum Miliki Rumah

  • Whatsapp
salah satu perumahan anggota polisi di Sulsel

MAKASSAR, SULSEL — Program pengadaan 100 ribu rumah bagi anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dilaksanakan Polri disambut baik oleh Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdy Syam mengatakan kepada wartawan, untuk mengsukseskan program tersebut, polisi menggandeng 13 developer yang ada di Sulsel. Salah satunya adalah Developer PT Sanusi Karsa Utama.

Bacaan Lainnya

“Untuk Sulsel tahun ini ada sekitar 1.820 unit rumah untuk anggota kepolisian yang sudah siap dihuni. Ini tersebar di 13 daerah. Makanya kami menggandeng 13 developer untuk membangun rumah untuk anggota kepolisian,” ujarnya saat menghadiri launching perumahan 100 ribu rumah yang dilakukan secara virtual bersama Kapolri, jumat siang kemarin.

BACA JUGA: Pos Sekat Batas Maros-Pangkep Berlakukan Tes Rapid

BACA JUGA: Terduga Teroris Tertembak Eks Napi Pelempar Bom ke SYL

Dia menjelaskan, saat ini dari 17.809 angggota kepolisian di Polda Sulsel yang belum memiliki rumah sekitar 4.122 anggota. “Jadi kurang lebih seperempat yang belum memiliki rumah. Inilah yang kita dorong supaya mereka segera memiliki rumah sendiri,” jelasnya.

Dia mengatakan, secara spesifikasi bangunan rumah untuk anggota kepolisian yang dibangun oleh Bumi Salam Sejahterah sudah sangat bagus, dan layak untuk dihuni.

“Bahkan ada garansi bangunan dari pihak pengembang selama 15 tahun,” tuturnya.

Merdy menjelaskan, pihaknya sangat berharap anggota kepolisian yang baru lulus untuk segera berfikir memiliki rumah.

“Ini memang didorong untuk anggota polsi yang baru lulus untuk mendapatkan perumahan dari awal. Dengan demikian tidak terlalu berat angsuran yang mereka lakukan. Karena dengan 0 tahun kedinasan, keperluan masih belum terlalu banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Owner Bumi Salam Sejahterah (BSS), H Abd Salam menjelaskan, untuk mendukung program Polri pengadaan rumah bagi ASN-Polri, maka pihaknya menyediakan sskitar 400 unit rumah. Bangunan rumah ini sudah masuk tahap finishing.

“Pembangunan rumahnya sudah sekitar 80 persen. Kami membangun dulu, baru menawarkan ke pihak Polri. Sehingga ketika mereka ingin memiliki rumah, maka saat itu juga bisa masuk. Ini salah satu bentuk kepedulian kami,” tuturnya. (SPD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *