Percepatan PTM, 70%  Pelajar di Maros Dapat Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp

MAROS, SULWESION.COM –  Jumlah pelajar diatas 12 tahun yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel)  terus meningkat hingga diangka 70 persen lebih.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Muhammad Takdir, ia menjelaskan jika saat ini vaksinasi pelajar khususnya tingkat SMP sudah mencapai 10.150 orang dari total siswa wajib vaksin 14.100 orang atau setara 70 persen.

Bacaan Lainnya

“Ya jadi jumlah vaksin untuk dinas pendidikan tingkat smp itu sudah kita mulai satu bulan terakhir dan itu sudah sampai 70 persen vaksin pertama dan kedua itu kita lakukan,” Jelas Takdir.

Meski sudah cukup tinggi namun pihaknya masih menuai kendala, khususnya pada komunikasi saat akan melakukan proses vaksinasi pada sekolah yang berada di wilayah pelosok.

“Meski tinggi namun kita juga mengalami beberapa kendala pada pelaksanaan vaksinasi seperti pada sekolah yang berada di wilayah tompobulu dengan sekolah swasta yang masih rendah, hal ini dikarenakan komunikasi dan jumlah siswanya yang tergolong sedikit sehingga tempat tempat yang dilakukan vaksin tidak terpusat,” ungkapnya.

Agar seluruh pelajar di Maros bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, Dinas pendidikan mengadakan kerja sama bersama BIN, TNI/ Polri dan para tenaga Vaksinator Dinas Kesehatan.

“Agar seluruh siswa bisa divaksinasi kita bekerja sama dengan BIN, TNI, Polisi dan juga pihak puskesmas.oleh karena itu kita sekarang ini lagi mendata sekolah-sekolah mana yang belum dan insya Allah dalam waktu paling lama 3 minggu itu kita sudah selesaikan,” Tegas Kadiknas Maros.

Diketahui Saat ini proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Maros sudah berjalan dengan baik, setelah adananya penurunan penerapan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari Level 3 ke level 2.

“Dengan dimulainya vaksin yang sudah dilakukan 1 bulan lebih dan zona di maros ini sudah masuk hijau, sehingga kita memutuskan untuk melakukan tatap muka ful, tidak ada lagi daring se-Kabupaten Maros di tingkat SMP dan SD,” pungkasnya. (SPD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *