Terkait Proyek Strategis, Wagub Sulsel dan 3 Orang Diperiksa KPK

  • Whatsapp
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

JAKARTA – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus yang mentersangkakan Gubernur non aktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Setelah sejumlah PNS di lingkungan Pemprov Sulut, kini giliran Wagub Sulsel Andi Sulaiman Sudirman, Selasa (23/3/2021).

Plt Gubernur Sulsel ini diperiksa sebagai saksi bersama tiga orang lainnya dari pihak swasta antaranya Andi Gunawan, Petrus Salim dan Thiawudy Wikarso.

Bacaan Lainnya

Sudirman  mengaku diperiksa KPK seputar proyek strategis serta internal prosedur pemerintahan.

“Tadi kita dipanggil sebagai saksi. Pertanyaannya terkait proyek-proyek strategis di Sulsel serta internal prosedur pemerintahan,” kata Sudirman dalam keterangannya kepada wartawan Makassar, dikutip CNN Indonesia.

Dia enggan merinci lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan di KPK. “Karena itu ranah KPK, silakan tanya ke internal KPK,” ujarnya singkat.

BACA JUGA: Sepekan Usai Vaksin Corona, Warga Sulsel Meninggal

BACA JUGA: 7 Anak Buah Nurdin Abdullah Diperiksa KPK

BACA JUGA: Pencuri Sparepart di Rappojawa Dicidik Polisi

Sebelumnya, pemeriksaan Andi Sudirman Sulaiman dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah (NA). “Saksi Andi Sudirman Sulaiman (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) diperiksa untuk tersangka NA,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Seperti diberitakan, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. Selain Nurdin, ada dua pihak lain yang ditetapkan menjadi tersangka. Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Sedangkan Agung Sucipto menjadi tersangka sebagai penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, di mana sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Firli mengatakan Agung diketahui berkomunikasi aktif dengan Edy Rahmat, yang disebut pula sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Komunikasi itu dijalin agar Agung kembali mendapatkan proyek di Sulsel untuk tahun ini.

Hingga akhirnya Nurdin Abdullah disebut sepakat memberikan pengerjaan sejumlah proyek, termasuk di Wisata Bira, untuk Agung. Firli mengatakan suap dari Agung untuk Nurdin diserahkan melalui Edy Rahmat.

“AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada NA (Nurdin Abdullah) melalui ER (Edy Rahmat),” sebut Firli dalam konferensi pers Minggu, (28/2/2012).

Firli menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp 200 juta, Rp 1 miliar, dan Rp 2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp 5,4 miliar. Namun Firli tidak merinci nama kontraktor lainnya itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *