Anggota TNI Wanita ini Resmi Jadi Pria

  • Whatsapp
Penampilan Aprilia Manganang saat berseragam TNI Wanita (kanan) Aprilio Manganang saat resmi menjadi Pria

MAKASSAR, SULAWESION.COM – Anggota Korps wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) Aprilia Manganang resmi menjadi pria dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Tondano, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (19/3/2021).

Hakim PN Tondano Nova Laura mengabulkan permohonan identitas Aprilia Manganang.  Mengabulkan permohonan nama dan pergantian jenis kelamin dan perubahan itu diharapkan bisa diterapkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Sejak lahir Aprilio dianggap keluarga berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Aprilia Santini Manganang. Mantan atlet voli berusia 28 itu mengalami kelainan medis yang disebut hipospadia atau bentuk kelamin yang kerap dialami bayi laki-laki saat dilahirkan.

BACA JUGA: Putusan PN Tondano: Sah, Aprilia Manganang Jadi Aprilio Perkasa Manganang

Selama ini Aprilia memang jadi perhatian publik, apalagi dia merupakan  sebagai mantan atlet voli profesional ketika bergabung dengan tim Alco Bandung pada tahun 2011. Kemudian, dia berpindah ke BNI 46, Manokwari Valeria, hingga akhirnya memperkuat Jakarta Elektrik PLN yang suskes memenangkan Proliga musim 2015 dan 2016.

Keputusan perubahan identitas anggota TNI wanita itu menjadi laki-laki juga didasari hasil pemeriksaan medis. Hal ini diungkap salah satu saksi ahli dari RSPAD Gatot Subroto dr Guntoro dalam sidang perdata yang digelar PN Tondano, Sulut.

“Saya buka pakaiannya, dada bidang, saya periksa di situ ada penis. Dengan ukuran memang lebih kecil dari normal sekitar 4 cm panjang diameter 2 cm. Kemudian saya dapatkan kantong buah zakar, dua buah zakar,” papar Guntoro memberikan keterangan.

BACA JUGA: Aprilia Manganang Usai Terkonfirmasi Pria: Ini Momen Bahagia yang Saya Tunggu

Selain itu, Guntoro juga menyebut saluran air kencing dan sperma berada di bawah kantong buah zakar. Kondisi tersebut disebut sebagai hipospadia.

“Kemudian saluran kecil tubuh dari penis normal, tapi di bawah dari kantong buah kemaluan jadi secara fisik sebagai hipospadia,” katanya.

“Karena saluran di bawah kemaluan ketika kencing jongkok, melihat sikap ini posisi kencing ini menyatakan dia seorang wanita. Dugaan wanita dimaksudkan orang wanita, karena organnya tidak khas dan juga kecil dan jongkok,” sambungnya.

Setelah itu, tim dokter kemudian melakukan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Hasilnya tidak ditemukan rahim di tubuh Manganang.

BACA JUGA: Hasil Pemeriksaan Medis Aprilia Manganang: Ada Zakar dan Buah Zakar

“Setelah itu kita lakukan pemeriksaan MRI, periksa rongga panggul tidak ditemukan rahim, indung telur, dan vagina. Kita menemukan prostat dan itu dimiliki hanya laki-laki,” imbuhnya.

Dalam sidang ini, Manganang menjanjikan pergantian nama dan status jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki. Nama yang diajukan untuk diganti dari Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

Pergantian identitas Aprilia Manganang menghebohkan saat pertama kali  datang dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa. Ia menegaskan bahwa Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang sejatinya adalah laki-laki.

BACA JUGA: KSAD Andika Perkasa: Aprilia Manganang Adalah Pria

Pada pernyataannya, Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan bahwa Aprilia menderita hipospadias sedari lahir. Adanya kendala ekonomi, membuat Aprilia tidak bisa menangani kondisinya dan menerima keadaan yang ada. Akhirnya ia pun dianggap perempuan, termasuk urusan administrasi kependudukan.

“Anak ini termasuk dalam kasus Hipospadias serius sehingga paramedis, yang membantu kelahirannya, dan orang tua menilai secara fisik, bahwa dia perempuan,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Dari pemeriksaan urologi, Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin perempuan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *